Ahli matematika itu bernama Abu Nasr Mansur ibnu Ali ibnu Iraq atau akrab disapa Abu Nasr Mansur (960 M – 1036 M).? Bill Scheppler dalam karyanya bertajuk al-Biruni: Master Astronomer and Muslim Scholar of the Eleventh Century, mengungkapkan, bahwa? Abu Nasr Mansur merupakan seorang ahli matematika Muslim dari Persia.
Saturday, December 4, 2010
Abu Nasr Mansur, Sang Penemu Hukum Sinus
Ahli matematika itu bernama Abu Nasr Mansur ibnu Ali ibnu Iraq atau akrab disapa Abu Nasr Mansur (960 M – 1036 M).? Bill Scheppler dalam karyanya bertajuk al-Biruni: Master Astronomer and Muslim Scholar of the Eleventh Century, mengungkapkan, bahwa? Abu Nasr Mansur merupakan seorang ahli matematika Muslim dari Persia.
Labels:
Berita Dunia Islam,
Berita Tekhnologi,
Berita Umum,
Islamic,
News,
Tokoh
Wednesday, December 1, 2010
Anda Harus kenali mereka, kemudian bersikap
VIVAnews - Hubungan yang sehat penting bagi kesehatan dan kesejahteraan jiwa. Namun, kerapkali kita terjebak dalam hubungan dengan sosok yang memiliki karakter 'negatif'. Mereka umumnya sering mengeluh, mudah marah, atau tidak sabar.
Mengenali karakter seseorang di awal perkenalan menjadi penting. Apalagi jika ada prospek melanjutkannya dalam hubungan yang lebih serius. Kenali sejumlah karakter seseorang, seperti dikutip dari Times of India.
1. Memelihara masa lalu
Beberapa orang menolak melepaskan masa lalu dan cenderung 'merawat' kenangan menyakitkan. Akibatnya, orang ini hidup dengan kemarahan dan kepahitan. Bila terjadi terus menerus, dapat mempengaruhi orang yang berada di sekitarnya.
Labels:
Akhlaq dan Tazkiyatun,
Berita Umum,
Hikmah,
Islamic,
News
Monday, November 29, 2010
Tuhan itu ada
Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambutnya
Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat.
Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.
Si tukang cukur bilang,"Saya tidak percaya Tuhan itu ada".
"Kenapa kamu berkata begitu ???" timpal si konsumen.
"Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, di jalanan... untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada.
Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada,
Adakah yang sakit??,
Adakah anak terlantar??
Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan.
Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi."
Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat.
Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.
Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar
(mlungker-mlungker-istilah jawa-nya), kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.
Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata,
"Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR."
Si tukang cukur tidak terima," Kamu kok bisa bilang begitu ??".
"Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!"
"Tidak!" elak si konsumen.
"Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana", si konsumen menambahkan.
"Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!", sanggah si tukang cukur.
" Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya", jawab si tukang cukur membela diri.
"Cocok!" kata si konsumen menyetujui.
"Itulah point utama-nya!.
Sama dengan Tuhan, TUHAN ITU JUGA ADA !
Tapi apa yang terjadi... orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU MENCARI-NYA.
Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini."
Si tukang cukur terbengong !!!
=====================
hanya renungan disaat hujan turun
@ Pojok Office :)
Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat.
Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.
Si tukang cukur bilang,"Saya tidak percaya Tuhan itu ada".
"Kenapa kamu berkata begitu ???" timpal si konsumen.
"Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, di jalanan... untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada.
Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada,
Adakah yang sakit??,
Adakah anak terlantar??
Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan.
Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi."
Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat.
Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.
Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar
(mlungker-mlungker-istilah jawa-nya), kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.
Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata,
"Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR."
Si tukang cukur tidak terima," Kamu kok bisa bilang begitu ??".
"Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!"
"Tidak!" elak si konsumen.
"Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana", si konsumen menambahkan.
"Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!", sanggah si tukang cukur.
" Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya", jawab si tukang cukur membela diri.
"Cocok!" kata si konsumen menyetujui.
"Itulah point utama-nya!.
Sama dengan Tuhan, TUHAN ITU JUGA ADA !
Tapi apa yang terjadi... orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU MENCARI-NYA.
Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini."
Si tukang cukur terbengong !!!
=====================
hanya renungan disaat hujan turun
@ Pojok Office :)
Labels:
Akhlaq dan Tazkiyatun,
Aqidah,
Cinta,
Hikmah,
Islamic,
Sastra dan Syair,
Shoidul Khotir
Tuesday, November 16, 2010
Bagaimana Cara Setan Menelanjangi wanita
Setan dalam menggoda manusia memiliki berbagai macam strategi, dan yang sering dipakai adalah dengan memanfaatkan hawa nafsu, yang memang memiliki kecenderungan mengajak kepada keburukan (ammaratun bis-su’). Setan tahu persis kecenderungan nafsu kita, dia terus berusaha agar manusia keluar dari garis yang telah ditentukan Allah, termasuk melepaskan hijab atau pekaian muslimah. Berikut ini tahapan-tahapannya.
Labels:
Akhlaq dan Tazkiyatun,
Cinta,
Fiqih,
Fiqih Wanita,
Islamic,
Kisah Tokoh
Para Hamba Selalu Membutuhkan Hidayah
Ibnul Qoyyim mengatakan Setiap hamba membutuhkan hidayah pada setiap waktu dan kesempatan, dalam setiap perkara yang hendak dikerjakan atau ditinggalkannya.
Masing-masing hamba tak akan lepas dari salah satu kondisi berikut:
Pertama : Kondisi yang berbagai amalan yang ia lakukan tidak sebagaimana mestinya, lantaran jahalah (ketidaktahuannya). Kala itu, ia membutuhkan hidayah dari Allah, berupa terbukanya pintu ilmu.
Kedua: Kondisi yang ia telah mengenal hidayah, namun ia melakukan hal-hal yang tidak sebagaimana mestinya dengan sengaja. la membutuhkan hidayah untuk dapat bertaubat.
Masing-masing hamba tak akan lepas dari salah satu kondisi berikut:
Pertama : Kondisi yang berbagai amalan yang ia lakukan tidak sebagaimana mestinya, lantaran jahalah (ketidaktahuannya). Kala itu, ia membutuhkan hidayah dari Allah, berupa terbukanya pintu ilmu.
Kedua: Kondisi yang ia telah mengenal hidayah, namun ia melakukan hal-hal yang tidak sebagaimana mestinya dengan sengaja. la membutuhkan hidayah untuk dapat bertaubat.
Labels:
Akhlaq dan Tazkiyatun,
Aqidah,
Cinta,
Hikmah,
Islamic,
Sastra dan Syair,
Shoidul Khotir
Sunday, November 7, 2010
Sarjana Komputer yang Menjadi Ahli Hadits
Beliau adalah ‘Amr bin Abdul Mun’im bin Abdul ‘Aal Al Salim. Beliau lahir di Mesir pada tanggal 24 Februari 1967. Kemudian beliau dibawa oleh ayahnya ke Kuwait pada tahun 1974. Hal itu disebabkan ayahnya bekerja sebagai guru olah raga di departemen pendidikan Kuwait. Semua jenjang pendidikan formal beliau selesaikan di Kuwait. Bahkan beliau lulus dari Universitas Kuwait di bidang ilmu komputer pada tahun 1988. setelah itu beliau bekerja di depatemen listrik dan air di Kuwait.
Ketika beliau turut menangani proyek program kutub tis’ah (sembilan buku induk hadits) untuk komputer di syarikah ‘alamiah beliau berkenalan dengan Syeikh Abdullah al Judai’. Masa-masa ini merupakan masa yang sangat bernilai bagi Syeikh Amru. Ketika itu banyak mengambil manfaat dari ilmu Syeikh al Judai’. Syeikh Amru tidak belajar buku tertentu dalam bidang hadits kepada Syeikh al Judai’. Beliau hanya belajar secara praktis ketika bekerja bersama Syeikh al Judai di Syarikah ‘Alamiah.
Syeikh Amru menikah di Kuwait dan setelah anak pertama beliau lahir terjadilah invasi Iraq terhadap Kuwait. Kondisi ini memaksa beliau untuk kembali ke negeri aslinya yaitu Mesir pada tahun 1990. Di Mesir beliau menyelesaikan proyeknya di Syarikah Alamiah. Syarikah memindahkan proyeknya ke Mesir.
Syeikh Amru bekerja di proyek ini selama enam bulan. Setelah itu beliau menekuni dunia tulis menulis dengan menulis berbagai buku dan risalah/buku tipis. Syeikh Amru memiliki empat orang anak yaitu Abdur Rahman, Abdullah, Abdus Salam dan Abdul Aziz.
Sejak tahun 1998 beliau memiliki penerbitan sendiri yaitu Dar al Dhiya’. Penerbit inilah yang menerbitkan semua buah karya beliau dan beliau sendiri yang mengawasi penerbitannya.
Buku-buku beliau lebih cenderung membahas fiqh, ilmu mushtholah hadits dan takhrij hadits (telusur hadits) dengan diiringi penjelasan tentang derajat hadits yang dikaji apakah lemah atau shahih. Karya-karya beliau beragam ada yang tebal, ada pula yang tipis. Buku-buku beliau memuat manfaat besar yang tidak bisa diingkari.
Berikut ini diantara karya-karya beliau:
(1) Taisir ‘Ulum al Hadits lil Mubtadiin (Cara Mudah Belajar Ilmu Hadist untuk Pemula)
(2) al Jam’u baina al Muqizhah wa al Iqtirah fi Mushtholah al Hadits wa Ulumihi
(3) al Adab al Syar’iyyah linnisa’ fi Ziarah al Maqabir (Adab Seorang Wanita ketika Ziarah Kubur)
(4) Hadmu al Manarah liman Shahhaha Ahadits al Tawasul wa al Ziarah (Bantahan untuk orang yang menshahihkan hadits-hadits tentang tawasul dan ziarah kubur)
(5) al Jami’ fi Ahkam al Thalaq wa Fiqhihi min Adillatihi (Buku Lengkap tentang hukum-hukum perceraian berdasarkan dalil)
(6) Qoidah Muhimmah fi Fahmi Kalam al Aimah (Kaedah Penting Untuk memahami perkataan para imam terdahulu)
(7) Qawaid Haditsiyyah Nashsha ‘alaiha al Muhaqqiqun wa Ghafala ‘anha al Musytaghilun (Kaedah-kaedah seputar hadits yang telah ditegaskan oleh para pakar hadits namun dilalaikan oleh orang-orang yang bergelut di bidang hadits)
(8) al Adab al Syar’iyyah fi al Mu’asyarah al Zaujiyyah (Adab-Adab dalam Pergaulan Suami Istri menurut aturan Syariat)
(9) al Ajwibah al Wafirah ‘ala al As-ilah al Wafidah (Buku Kumpulan Fatwa)
Ketika beliau turut menangani proyek program kutub tis’ah (sembilan buku induk hadits) untuk komputer di syarikah ‘alamiah beliau berkenalan dengan Syeikh Abdullah al Judai’. Masa-masa ini merupakan masa yang sangat bernilai bagi Syeikh Amru. Ketika itu banyak mengambil manfaat dari ilmu Syeikh al Judai’. Syeikh Amru tidak belajar buku tertentu dalam bidang hadits kepada Syeikh al Judai’. Beliau hanya belajar secara praktis ketika bekerja bersama Syeikh al Judai di Syarikah ‘Alamiah.
Syeikh Amru menikah di Kuwait dan setelah anak pertama beliau lahir terjadilah invasi Iraq terhadap Kuwait. Kondisi ini memaksa beliau untuk kembali ke negeri aslinya yaitu Mesir pada tahun 1990. Di Mesir beliau menyelesaikan proyeknya di Syarikah Alamiah. Syarikah memindahkan proyeknya ke Mesir.
Syeikh Amru bekerja di proyek ini selama enam bulan. Setelah itu beliau menekuni dunia tulis menulis dengan menulis berbagai buku dan risalah/buku tipis. Syeikh Amru memiliki empat orang anak yaitu Abdur Rahman, Abdullah, Abdus Salam dan Abdul Aziz.
Sejak tahun 1998 beliau memiliki penerbitan sendiri yaitu Dar al Dhiya’. Penerbit inilah yang menerbitkan semua buah karya beliau dan beliau sendiri yang mengawasi penerbitannya.
Buku-buku beliau lebih cenderung membahas fiqh, ilmu mushtholah hadits dan takhrij hadits (telusur hadits) dengan diiringi penjelasan tentang derajat hadits yang dikaji apakah lemah atau shahih. Karya-karya beliau beragam ada yang tebal, ada pula yang tipis. Buku-buku beliau memuat manfaat besar yang tidak bisa diingkari.
Berikut ini diantara karya-karya beliau:
(1) Taisir ‘Ulum al Hadits lil Mubtadiin (Cara Mudah Belajar Ilmu Hadist untuk Pemula)
(2) al Jam’u baina al Muqizhah wa al Iqtirah fi Mushtholah al Hadits wa Ulumihi
(3) al Adab al Syar’iyyah linnisa’ fi Ziarah al Maqabir (Adab Seorang Wanita ketika Ziarah Kubur)
(4) Hadmu al Manarah liman Shahhaha Ahadits al Tawasul wa al Ziarah (Bantahan untuk orang yang menshahihkan hadits-hadits tentang tawasul dan ziarah kubur)
(5) al Jami’ fi Ahkam al Thalaq wa Fiqhihi min Adillatihi (Buku Lengkap tentang hukum-hukum perceraian berdasarkan dalil)
(6) Qoidah Muhimmah fi Fahmi Kalam al Aimah (Kaedah Penting Untuk memahami perkataan para imam terdahulu)
(7) Qawaid Haditsiyyah Nashsha ‘alaiha al Muhaqqiqun wa Ghafala ‘anha al Musytaghilun (Kaedah-kaedah seputar hadits yang telah ditegaskan oleh para pakar hadits namun dilalaikan oleh orang-orang yang bergelut di bidang hadits)
(8) al Adab al Syar’iyyah fi al Mu’asyarah al Zaujiyyah (Adab-Adab dalam Pergaulan Suami Istri menurut aturan Syariat)
(9) al Ajwibah al Wafirah ‘ala al As-ilah al Wafidah (Buku Kumpulan Fatwa)
Wednesday, November 3, 2010
Akankah Engkau Menyiksa KekasihMu
UTBAH AL-GHULAM
Anbasah al-Khawash berkata, "Suatu ketika Utbah al-Ghulam berkunjung ke rumahku, kemungkinan besar ia akan menginap. Benar, dia menginap. Kemudian pada waktu sahur aku mendengar dia menangis tersedu-sedu. Ketika pagi hari, aku bertanya, 'Hatiku susah sejak aku mendengar tangisanmu, sebenarnya ada apa?'
Dia menjawab, 'Wahai Anbasah, semalam aku membayangkan saat-saat amalanku dibeberkan di hadapan Allah.' Tiba-tiba ia jatuh pingsan lalu aku memeluknya. Aku perhatikan matanya, ternyata kedua matanya terbalik, ia benar-benar pingsan, bahkan matanya memerah, kemudian tubuhnya lemas!
Aku memanggil namanya, "Utbah!" Ia menjawab dengan suara lirih, "Bayangan ditampakkannya amal di hadapan Allah telah memutus ikatan orang-orang yang saling menyayangi."
Setelah itu ia mengeluarkan bunyi nafas dari tenggorokan seperti orang yang sedang sakaratul maut, lalu berkata, "Akankah Engkau menyiksa orang yang mencintaiMu sementara Engkau ya Allah Mahahidup lagi Mahamulia?"
Utbah mengucapkan kalimat itu berulang-ulang sehingga… Demi Allah… aku dibuat menangis karenanya. (Al-Hilyah, 6/235.)
Diposting oleh: Abu Thalhah Andri Abdul Halim, dinukil dari, “99 Kisah Orang Shalih”
Anbasah al-Khawash berkata, "Suatu ketika Utbah al-Ghulam berkunjung ke rumahku, kemungkinan besar ia akan menginap. Benar, dia menginap. Kemudian pada waktu sahur aku mendengar dia menangis tersedu-sedu. Ketika pagi hari, aku bertanya, 'Hatiku susah sejak aku mendengar tangisanmu, sebenarnya ada apa?'
Dia menjawab, 'Wahai Anbasah, semalam aku membayangkan saat-saat amalanku dibeberkan di hadapan Allah.' Tiba-tiba ia jatuh pingsan lalu aku memeluknya. Aku perhatikan matanya, ternyata kedua matanya terbalik, ia benar-benar pingsan, bahkan matanya memerah, kemudian tubuhnya lemas!
Aku memanggil namanya, "Utbah!" Ia menjawab dengan suara lirih, "Bayangan ditampakkannya amal di hadapan Allah telah memutus ikatan orang-orang yang saling menyayangi."
Setelah itu ia mengeluarkan bunyi nafas dari tenggorokan seperti orang yang sedang sakaratul maut, lalu berkata, "Akankah Engkau menyiksa orang yang mencintaiMu sementara Engkau ya Allah Mahahidup lagi Mahamulia?"
Utbah mengucapkan kalimat itu berulang-ulang sehingga… Demi Allah… aku dibuat menangis karenanya. (Al-Hilyah, 6/235.)
Diposting oleh: Abu Thalhah Andri Abdul Halim, dinukil dari, “99 Kisah Orang Shalih”